LOBI & NEGOSIASI BY KAK HAMIM
Terbit 19-10-2026
Deskripsi
PELATIHAN NEGOSIASI & LOBI UNTUK PEMIMPIN MUDA
Pemateri: Ahmad Hamim Djazuli, S.M.
Sasaran: Pelajar, Generasi Muda, Pengurus Organisasi Kesiswaan, dan Calon Pemimpin Muda
Lokasi Kegiatan: Tidak tercantum dalam dokumen
Jumlah Halaman: 13 Slide
Kategori: Kepemimpinan, Pengembangan Diri, Negosiasi, Lobi, Komunikasi Persuasif, dan Manajemen Organisasi
DESKRIPSI SINGKAT
Materi Pelatihan Negosiasi & Lobi untuk Pemimpin Muda yang disusun oleh Ahmad Hamim Djazuli, S.M. membahas pentingnya keterampilan komunikasi, membangun hubungan, memahami kepentingan pihak lain, serta mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Melalui pembahasan konsep lobi dan negosiasi, teknik komunikasi persuasif, active listening, strategi win-win negotiation, serta pengelolaan penolakan, peserta diajak mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan dan menyelesaikan perbedaan pendapat secara bijaksana. Materi ini dilengkapi studi kasus, diskusi, tantangan kelompok, dan simulasi negosiasi untuk membantu generasi muda membangun karakter kepemimpinan yang komunikatif, percaya diri, kolaboratif, dan berintegritas.
Baca Selengkapnya Tampilkan Ringkasan
DESKRIPSI LENGKAP MATERI
Kemampuan berkomunikasi, membangun hubungan, dan mencapai kesepakatan merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh setiap pemimpin. Dalam lingkungan organisasi, termasuk organisasi kesiswaan dan kepemudaan, seorang pemimpin sering menghadapi perbedaan pendapat, keterbatasan sumber daya, penolakan terhadap usulan, serta kepentingan yang tidak selalu sejalan. Situasi tersebut membutuhkan kemampuan negosiasi dan lobi agar setiap keputusan dapat diambil melalui komunikasi yang efektif, pertimbangan rasional, serta penghargaan terhadap kepentingan semua pihak.
Melalui materi Pelatihan Negosiasi & Lobi untuk Pemimpin Muda, Ahmad Hamim Djazuli, S.M. memperkenalkan berbagai konsep dan teknik komunikasi yang dapat membantu generasi muda dalam menyampaikan aspirasi, membangun kepercayaan, memengaruhi keputusan secara positif, dan menemukan solusi bersama. Materi ini disusun dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan pelajar, khususnya dalam kegiatan organisasi seperti OSIS dan Pramuka.
Pembahasan diawali dengan pemahaman mengenai perbedaan antara lobi dan negosiasi. Lobi merupakan pendekatan komunikasi yang bertujuan membangun hubungan, memperkenalkan kepentingan, dan menciptakan pengaruh sebelum suatu keputusan dibuat. Sementara itu, negosiasi merupakan proses komunikasi antara pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu untuk mencari kesepakatan yang dapat diterima bersama.
Perbedaan keduanya terlihat dari tujuan, waktu, dan fokus pelaksanaannya. Lobi lebih menekankan pembangunan hubungan dan komunikasi, sedangkan negosiasi berorientasi pada penyelesaian perbedaan kepentingan dan pencapaian solusi. Dalam praktik organisasi, keduanya dapat saling melengkapi, misalnya ketika pengurus OSIS mengajukan izin kegiatan kepada pihak sekolah.
Salah satu konsep utama yang diperkenalkan adalah tiga kunci negosiator muda, yaitu Dengar, Pahami, dan Tawarkan. Tahap mendengar menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada pihak lain untuk menyampaikan pandangan tanpa dipotong. Tahap memahami bertujuan menemukan kebutuhan dan kepentingan yang sebenarnya. Sementara itu, tahap menawarkan mengarahkan peserta untuk mengajukan solusi yang memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang terlibat.
Melalui prinsip tersebut, peserta diajak memahami bahwa negosiasi tidak cukup dilakukan dengan menyampaikan keinginan pribadi. Seorang negosiator juga perlu mempertimbangkan kebutuhan, kekhawatiran, serta tujuan pihak lain agar usulan yang disampaikan memiliki dasar yang kuat dan peluang lebih besar untuk diterima.
Materi kemudian membahas pentingnya mengenali "Peta Permainan" sebelum melakukan lobi atau negosiasi. Persiapan ini mencakup empat pertanyaan utama, yaitu siapa pihak pengambil keputusan, apa tujuan yang ingin dicapai, mengapa pihak lain perlu mempertimbangkan usulan, dan alternatif apa yang dapat ditempuh apabila usulan tidak diterima.
Keempat pertanyaan tersebut membantu peserta memahami situasi secara menyeluruh sebelum memulai komunikasi. Dengan mengenali pihak yang terlibat, memahami tujuan, menyusun alasan yang relevan, dan menyiapkan alternatif, proses lobi dapat dilakukan secara lebih terarah, realistis, dan bertanggung jawab.
Untuk memperkuat keterampilan menyampaikan gagasan, materi memperkenalkan formula P-A-S, yaitu Permasalahan, Alasan atau Solusi, dan Solusi Bersama. Tahap permasalahan digunakan untuk menjelaskan kondisi atau kebutuhan berdasarkan fakta. Tahap alasan atau solusi berfungsi menyampaikan usulan secara singkat, jelas, dan logis. Tahap solusi bersama menekankan pentingnya menunjukkan manfaat usulan sekaligus mempertimbangkan kepentingan pihak lain.
Selain struktur penyampaian pesan, peserta juga diperkenalkan pada teknik komunikasi persuasif, seperti menjaga kontak mata, menggunakan suara yang jelas, mengatur kecepatan berbicara, dan menghindari kalimat yang terkesan memaksa. Keterampilan tersebut membantu seseorang menyampaikan pendapat secara lebih percaya diri, sopan, dan profesional.
Pembahasan berikutnya berfokus pada active listening atau mendengarkan aktif. Materi menegaskan bahwa negosiator yang baik bukanlah orang yang paling banyak berbicara, melainkan orang yang mampu memahami kepentingan pihak lain. Mendengarkan aktif dilakukan dengan memberikan perhatian penuh, tidak memotong pembicaraan, mengulang inti informasi menggunakan kata-kata sendiri, mengajukan pertanyaan terbuka, serta mencatat hal-hal penting.
Kemampuan mendengarkan aktif menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan mengurangi kesalahpahaman. Melalui komunikasi dua arah yang baik, setiap pihak memiliki kesempatan untuk menjelaskan pandangan serta menemukan titik temu yang dapat mendukung tercapainya kesepakatan.
Materi juga memperkenalkan konsep win-win negotiation, yaitu pendekatan negosiasi yang mengutamakan keuntungan dan kepentingan bersama. Dalam pendekatan ini, negosiasi tidak dipandang sebagai persaingan untuk menentukan siapa yang menang atau kalah, tetapi sebagai proses kolaborasi untuk menemukan penyelesaian yang dapat diterima kedua belah pihak.
Sebagai ilustrasi, materi menyajikan contoh perbedaan kepentingan antara pengurus OSIS yang ingin melaksanakan kegiatan hingga sore hari dan pihak sekolah yang menghendaki agar kegiatan tidak mengganggu jadwal pembelajaran. Solusi yang dapat dikembangkan adalah melakukan penyesuaian waktu dan menyusun jadwal kegiatan secara jelas sehingga kepentingan organisasi dan sekolah tetap diperhatikan.
Dalam praktiknya, tidak semua gagasan dan usulan dapat langsung diterima. Oleh karena itu, materi membahas cara menghadapi penolakan secara bijaksana melalui metode T.E.N.A.N.G. Metode ini terdiri atas enam tahapan, yaitu Tahan emosi, Evaluasi alasan penolakan, Nyatakan kembali tujuan, Ajukan alternatif, Negosiasikan pilihan, dan Gunakan kesepakatan yang jelas.
Metode tersebut mengajarkan bahwa penolakan tidak selalu berarti berakhirnya kesempatan untuk mencapai tujuan. Melalui pengendalian emosi, evaluasi, dan komunikasi yang terbuka, peserta dapat memperbaiki usulan serta menemukan alternatif yang lebih memungkinkan. Sikap profesional dan penghargaan terhadap pihak lain menjadi prinsip penting dalam menghadapi perbedaan pendapat.
Sebagai penguatan pembelajaran, materi dilengkapi dengan sejumlah aktivitas interaktif berupa ice breaker, diskusi, tantangan, permainan mendengarkan aktif, dan role play. Salah satu studi kasus mengangkat situasi ketika OSIS ingin menyelenggarakan pentas seni, sementara pihak sekolah mengkhawatirkan dampaknya terhadap kegiatan pembelajaran. Peserta diarahkan untuk mengidentifikasi kepentingan kedua pihak serta menyusun alternatif penyelesaian yang dapat diterima bersama.
Materi juga menyediakan simulasi "Jadi Negosiator!" dengan skenario pengurus OSIS atau Pramuka yang ingin menyelenggarakan kegiatan kemah akhir pekan. Dalam simulasi tersebut, satu kelompok berperan sebagai pengurus organisasi yang mengajukan kegiatan, sedangkan kelompok lainnya berperan sebagai pihak sekolah yang mempertimbangkan aspek keamanan, biaya, izin orang tua, dan kepentingan akademik.
Melalui simulasi yang dirancang dengan waktu persiapan selama lima menit dan negosiasi selama tujuh menit, peserta diajak menentukan kepentingan masing-masing pihak, melakukan lobi, menegosiasikan alternatif solusi, serta menyusun kesepakatan. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan untuk menerapkan keterampilan komunikasi dan pemecahan masalah dalam situasi yang menyerupai kehidupan organisasi.
Pada bagian penutup, materi merangkum lima prinsip penting yang perlu dimiliki seorang negosiator muda, yaitu membangun hubungan, mendengarkan, memahami kepentingan, mencari solusi, dan menjaga integritas. Kelima prinsip ini menekankan bahwa keberhasilan negosiasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyampaikan argumen, tetapi juga oleh sikap saling menghormati, kejujuran, kepercayaan, serta komitmen menjalankan kesepakatan.
Pesan utama yang disampaikan dalam materi ini adalah:
"Bukan tentang siapa yang menang, tetapi bagaimana menemukan jalan yang bisa diterima bersama."
Materi ini juga menegaskan pentingnya kepemimpinan yang mengutamakan kolaborasi dan penyelesaian masalah melalui pesan berikut:
"Pemimpin bukan orang yang selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, tetapi orang yang mampu membawa orang lain menemukan solusi bersama."
Melalui keseluruhan pembahasan, materi Pelatihan Negosiasi & Lobi untuk Pemimpin Muda diharapkan dapat menjadi referensi pembelajaran bagi pelajar, pengurus organisasi, pendidik, dan generasi muda dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, membangun hubungan, menyampaikan gagasan, mengelola perbedaan pendapat, serta mencapai kesepakatan secara bertanggung jawab. Pemahaman tersebut dapat mendukung terbentuknya karakter pemimpin yang komunikatif, terbuka, berintegritas, dan mampu mengutamakan kepentingan bersama dalam kehidupan organisasi maupun masyarakat.
PROFIL DAN CV PEMATERI
AHMAD HAMIM DJAZULI, S.M.
Manajemen SDM | Pengembangan Organisasi | Administrasi Bisnis | Public Relationship | Pengembangan UMKM
Ahmad Hamim Djazuli, S.M. merupakan individu yang memiliki ketertarikan pada dunia organisasi, fotografi, serta pengamatan terhadap pola perilaku manusia. Dalam curriculum vitae yang disampaikan, ia juga memperkenalkan dirinya sebagai pelaku pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, serta peternakan modern.
Latar belakang pendidikan Ahmad Hamim mencakup bidang multimedia serta ekonomi dan bisnis. Ia menempuh pendidikan di MTs Arrohman 2 Sulang pada tahun 2016–2019 dalam kelas unggulan, kemudian melanjutkan pendidikan di SMK Annuroniyah Sulang pada tahun 2019–2022 dengan bidang Multimedia. Pada jenjang pendidikan tinggi, CV mencantumkan Universitas YPPI Rembang untuk periode 2022–2026 pada bidang S1 Ekonomi dan Bisnis.
Dalam bidang profesional, Ahmad Hamim memiliki pengalaman pada administrasi, pengelolaan informasi manajemen, dan operasional bisnis. Pada tahun 2025, ia tercatat sebagai Admin Shipment Management di PT Semen Gresik dengan pekerjaan yang berkaitan dengan pelaporan stok semen, armada, distribusi, dan pengelolaan informasi pengiriman secara terintegrasi.
Pada tahun yang sama, ia juga memiliki pengalaman sebagai Admin Manajemen Eksekutif Teras Samudra dengan tugas pengembangan sistem operasional bisnis yang terintegrasi dengan sistem informasi manajemen untuk mendukung optimalisasi kinerja operasional.
Selain pengalaman tersebut, CV mencantumkan keterlibatannya pada tahun 2026 dalam bidang konsultasi pariwisata dan kuliner serta pelayanan perizinan usaha. Pengalaman ini menunjukkan cakupan aktivitas profesional yang berkaitan dengan administrasi, pengelolaan bisnis, pengembangan usaha, dan pelayanan organisasi.
Dalam kegiatan organisasi, Ahmad Hamim mencantumkan keterlibatan pada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), DKC Rembang, KIBARR, dan PMII. Latar belakang tersebut relevan dengan pengembangan keterampilan komunikasi, koordinasi, kepemimpinan, serta kemampuan membangun hubungan dalam lingkungan organisasi.
Dengan keahlian yang tercantum dalam bidang Manajemen SDM, Multimedia, Microsoft Office, dan Public Relationship, serta pengalaman pada kegiatan organisasi dan operasional bisnis, Ahmad Hamim memiliki latar belakang yang berkaitan dengan topik komunikasi persuasif, negosiasi, lobi, dan pengembangan kemampuan kepemimpinan generasi muda.
IDENTITAS DAN RIWAYAT PENDIDIKAN
Nama Lengkap: Ahmad Hamim Djazuli, S.M.
Bidang Utama: Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
Tempat dan Tanggal Lahir: Rembang, 17 Juli 2004
- MTs Arrohman 2 Sulang (2016–2019). Pendidikan tingkat madrasah tsanawiyah dengan keterangan Kelas Unggulan.
- SMK Annuroniyah Sulang (2019–2022). Pendidikan menengah kejuruan pada bidang Multimedia.
- Universitas YPPI Rembang (2022–2026). Pendidikan tinggi pada bidang S1 Ekonomi dan Bisnis, sesuai periode yang tercantum dalam CV.
PRESTASI DAN PENGHARGAAN
Informasi mengenai penghargaan atau prestasi kompetitif secara khusus tidak tercantum dalam dokumen curriculum vitae. Dokumen lebih menekankan riwayat pendidikan, pengalaman pekerjaan, keterlibatan organisasi, dan bidang keahlian yang dimiliki pemateri.
PENGALAMAN PROFESIONAL
- Admin Shipment Management PT Semen Gresik — 2025. Bertugas membuat laporan stok semen, armada, dan distribusi semen secara keseluruhan, termasuk pelaporan program Fast Track REMBLO. Pekerjaan tersebut dilakukan melalui pengelolaan informasi yang terintegrasi dengan sistem informasi manajemen dan dashboard shipment management secara real time.
- Admin Manajemen Eksekutif Teras Samudra — 2025. Memiliki tugas dalam pembuatan sistem operasional bisnis yang terintegrasi dengan sistem informasi manajemen untuk mendukung optimalisasi kinerja operasional.
- Konsultan Bidang Pariwisata dan Kuliner BSI — 2026. Tercantum dalam curriculum vitae sebagai pengalaman profesional pada bidang konsultasi pariwisata dan kuliner. Uraian tugas secara terperinci tidak dicantumkan dalam dokumen.
- Petugas Perizinan Usaha (NIB) dan Sertifikasi — 2026. Tercantum dalam curriculum vitae sebagai pengalaman yang berkaitan dengan perizinan usaha dan sertifikasi. Jenis sertifikasi yang dimaksud tidak tertulis secara lengkap dalam dokumen.
PENGALAMAN ORGANISASI
Berdasarkan curriculum vitae yang disampaikan, Ahmad Hamim mencantumkan keterlibatan dalam beberapa organisasi berikut:
- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
- DKC Rembang.
- KIBARR.
- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Dokumen CV tidak merinci jabatan, periode kepengurusan, atau tugas khusus dalam masing-masing organisasi tersebut. Oleh karena itu, informasi keterlibatan organisasi dicantumkan sesuai data yang tersedia tanpa menambahkan riwayat kepemimpinan yang belum terverifikasi.
BIDANG KEAHLIAN
- Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).
- Multimedia.
- Microsoft Office.
- Public Relationship.
KOMPETENSI PERSONAL
Berdasarkan informasi dalam curriculum vitae, Ahmad Hamim memiliki ketertarikan dan pengalaman yang berkaitan dengan dunia organisasi, pengelolaan sumber daya manusia, fotografi, multimedia, serta pengamatan terhadap pola perilaku manusia. Latar belakang pendidikan dan pengalaman pekerjaannya juga menunjukkan keterlibatan dalam administrasi, penyusunan laporan, penggunaan sistem informasi manajemen, pengelolaan operasional bisnis, serta pengembangan usaha. Keterlibatannya dalam berbagai organisasi menjadi bagian dari pengalaman yang relevan dengan komunikasi, koordinasi, dan pengembangan kemampuan bekerja bersama pihak lain.
PERAN SEBAGAI PEMATERI
Melalui materi Negosiasi & Lobi untuk Pemimpin Muda, Ahmad Hamim Djazuli, S.M. menyajikan pembelajaran mengenai keterampilan membangun hubungan, memahami kepentingan pihak lain, menyampaikan usulan secara persuasif, serta mencari kesepakatan yang saling menguntungkan. Latar belakangnya pada bidang manajemen sumber daya manusia, pengalaman administrasi bisnis, dan keterlibatan dalam organisasi memiliki keterkaitan dengan pembahasan mengenai komunikasi, koordinasi, pengambilan keputusan, dan pengelolaan hubungan antarpihak.
Materi yang disusun menggabungkan konsep dasar, teknik komunikasi, studi kasus organisasi, latihan mendengarkan aktif, strategi menghadapi penolakan, dan simulasi negosiasi. Melalui rangkaian pembelajaran tersebut, peserta diharapkan dapat mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis, memahami sudut pandang orang lain, menyelesaikan perbedaan pendapat secara konstruktif, serta membangun kesepakatan berdasarkan rasa saling percaya dan integritas. Keterampilan ini menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menjalankan tanggung jawab dalam organisasi, mengembangkan jiwa kepemimpinan, dan membangun kerja sama yang efektif.
MEDIA SOSIAL DAN KONTAK
Instagram: @hamim_djz
Email: hamimahmad347@gmail.com